Hal Yang
Dapat Membatalkan Syahadat
Syahadat merupakan gerbang untuk masuk islam.
Konsekuensi mengucap syahadat yaitu tidak boleh menyembah
selain Allah. Oleh karena itu, kaum Quraish tidak mau mengucapkan syahadat,
karena mereka tahu bahwa jika mereka mengucapkan syahadat, maka ada konsekuensi
besar di baliknya. Mereka akan mempunyai kewajiban-kewajiban seperti sholat,
puasa, dsb.
~Hal-Hal Yang Membatalkan Syahadat~
1.
Bekerja untuk selain Allah SWT tanpa seizin-Nya.
Bekerja dengan niatan selain
Allah.
2.
Memberikan hak memerintah dan melarang kepada selain Allah SWT.
3.
Memberikan ketaatan kepada selain Allah SWT tanpa seizin-Nya.
4.
Berhukum kepada hukum yang bersumber dari selain Allah SWT.
5.
Benci dan lari meninggalkan keEsaan Allah SWT.
6.
Tidak mengenal Allah dengan cara yang benar.
7.
Yang menyembah selain Allah.
8.
Syirik-syirik kecil.
~Contoh syirik kecil~
a.
Berzampi (merukiyah) yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah.
-
Tidak boleh meminta dirukiyahkan.
-
Boleh merukiyah sendiri.
b.
Berhubungan dengan jin.
c.
Meramal nasib.
d.
Meminta kepada orang yang berhubungan dengan jin.
e.
Menghadiri majlis dukun atau paranormal.
f.
Bersumpah dengan selain Allah SWT.
g.
Tathayur: Merasa sial karena melihat atau mendengar sesuatu. Karena semua
sudah ditakdirkan Allah SWT.
h.
Animisme dan Dinamisme.
~Bahaya Kemusyrikan~
1.
Zulmun adzim (kedzaliman yang besar)
QS Luqman 31: 13: “Dan
(ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran
kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah
benar-benar kezaliman yang besar.”
2.
Adamul gufron (tidak mendapat ampunan)
QS An-Nisa’ 4: 48: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni
(dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa)
yang selain syirik itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa
mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
QS An-Nisa’ 4: 116: “Allah tidak akan mengampuni dosa syirik
(mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu
bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu)
dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.”
3.
Itsmun adzim (berbuat dosa besar)
QS An-Nisa’ 4: 48:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya
(syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain syirik itu bagi siapa yang
Dia kehendaki. Barang siapa
mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”
4.
Dhalalun baid (kesesatan yang jauh)
QS An-Nisa’ 4: 60: “Tidaklah
engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah
beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan
sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepasa Tagut,
padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka
(dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.”
5.
Hirmanul jannah (larangan masuk surga)
QS Al-Ma’idah 5: 72: “Sungguh,
telah kafir orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih
putra Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil!
Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. “Sesungguhnya barang siapa yang mempersekutukan
(sesuatu dengan) Allah, maka sungguh,
Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada
seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.”
6.
Dukhullunnar (masuk ke dalam neraka)
QS Al-Ma’idah 5: 72: “Sungguh,
telah kafir orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih
putra Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil!
Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. “Sesungguhnya barang siapa yang
mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga
baginya, dan tempatnya ialah neraka.
Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.”
7.
Ihbatul amal (penghapusan amal/pahala)
QS Al-An’am 6:88: “Itulah
petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara
hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya
mereka menyekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar