Tsabat/Istiqomah
QS Hud 11: 112: “Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah
diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah
kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat terhadap apa yang kamu
kerjakan.
QS Fussilat 41: 30: “Sesungguhnya orang-orang yang
berkata. “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun
kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu
bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah
dijanjikan kepadamu.”
~Definisi~
1.
Memegang teguh prinsip yang diyakini.
Contoh: Sumayah saat dipaksa
mengucapkan ‘lata uza’ namun hatinya tidak demikian. Ia tetap teguh pendirian
dan dengan itu tidak dianggap sebagai kafir.
2.
Yakin dengan islam dan tetap menjalaninya, menjaga dalam kondisi apapun.
Contoh: Bilal yang selalu
menjaga wudhunya.
3.
Tidak ada toleransi.
Toleransi disini contohnya
saat ada orang yang mengajak untuk meninggalkan sholat sekalipun itu teman atau
orang tua kita, tidak ada toleransi untuk kita meninggalkan sholat.
~Arti Penting Tsabat~
1.
Tanda keikhlasan dan kebenaran tujuan.
2.
Sebab/cara meraih kemenangan dakwah.
~Cara Mencapai Tsabat~
1.
Memperbaiki hubungan dengan Allah
2.
Meningkatkan/ memperdalam keimanan sesuai mahat Al-Qur’an dan sunnah
3.
Memperbaiki hubungan dengan saudaranya.
Tanda-Tanda Ukhuwah
a.
Cinta dengan Allah.
b.
Tidak berburuksangka.
c.
Sabar terhadap perlakuannya.
d.
Tidak menzolimi saudara kita.
4.
Memahami shiroh dan tarih
Shirof: perjalanan/biografi.
Tarih: sejarah islam.
5.
Faham tentang hakikat hidup.
6.
Meyakini hari akhir~ dzikrul maut.
7.
Menghadiri majlis dzikir.
8.
Do’a agar kita diberi keistiqomahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar